"Memang ada masalahnya kalau (melalui) amil zakat. Karena dibaginya setelah lebaran. Malah kadang disimpan setahun itu. Padahal hukumnya kalau dibagi saat Ramadan amalnya berlipat-lipat," katanya dalam konferensi pers di Istana Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (16/9/2008).
Menurut Kalla hal inilah yang menyebabkan banyak para dermawan dan pembagi zakat yang enggan menyerahkan zakatnya ke amil zakat. Mereka memilih untuk menyalurkan langsung ke orang yang membutuhkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alasan lain yang membuat orang memilih menyalurkan ke badan amil dan zakat yang tidak resmi adalah masalah potongan pajak. Kalla mengakui zakat yang disalurkan lewat badan amil akan dipotong pajak.
"Memang kalau yang resmi, yang diakui oleh negara, jika menyetor zakatnya itu dipotong pajak. Tapi kalau bukan yang resmi tidak dipotong pajak. Seperti memberi langsung atau memberi ke masjid-masjid," terangnya.
Kalla menyayangkan insiden pembagian zakat yang terjadi di Pasuruan. Namun Kalla tidak secara tegas mengatakan agar warga dermawan menyalurkan zakatnya ke badan amil.
"Ini sangat tragis. Mungkin karena terlalu ketat. Saya lihat di TV mungkin karena ketat pengawasannya di pintu. Peristiwa yang tragis, meskipun niatnya baik. Ini harus menjadi pelajaran agar kalau melakukan hal yang sama harus memperhatikaan aspek amannya," pesan Kalla. (gah/iy)











































