"Itu kan masalahnya berbeda," kata SBY dalam sidang kabinet paripurna di Kantor Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (16/9/2008).
Pernyataannya tersebut menanggapi short message service (SMS) yang mengaitkan tragedi zakat Pasuruan dengan tingkat kemiskinan. Sebelumnya, Presiden sempat membacakan beberapa SMS yang menyalahkan pemerintah tersebut.
Dua di antaranya berbunyi, 'Lihat kasus zakat Pasuruan, bukti masih ada kemiskinan' dan 'Hanya pembual yang mengatakan angka kemiskinan turun'.
Presiden menegaskan, pemerintah berdasar survei Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan angka kemiskinan cenderung terus menurun. Sama sekali tidak pernah mengatakan bahwa tidak ada lagi warga miskin di Indonesia.
"Memang masih ada. Tidak ada toh kita sebut tak ada kemiskinan? Yang bohong itu kalau tidak ada lagi kemiskinan," tegas SBY.
(lh/nwk)











































