"Lebih baik dalam arti apa? Jalan punya kapasitas yang tinggi, karena jalan kita perlebar," kata Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto dalam jumpa pers "Kesiapan Jalur Lebaran Tahun 2008" di Kantornya, Jl Pattimura, Jakarta Selatan, Selasa (16/9/2008).
Djoko mencontohkan, untuk jalan lintas timur Sumatera, sekarang ini tidak ada lagi yang substandar. Pada tahun 2007, lebar jalan di jalur tersebut banyak yang hanya 4,5-5 meter. Namun, sekarang hampir semua jalan Jalintim mempunyai lebar 7 meter.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan untuk di Pulau Jawa, Djoko menjelaskan, jalur Pantura dari Jakarta hingga Pekalongan kini bertambah lancar. Jika dulu hanya ada tiga lajur di jalur tersebut, kini sudah ada empat lajur dan kondisinya cukup baik.
"Jadi waktu itu kalau ke timur pakai dua lajur, ke barat satu (lajur), sekarang sudah ada empat lajur," jelas Djoko.
Masih jalur pantura, lanjut Joko, dari Semarang hingga Demak sudah dibangun empat lajur, namun masih dalam pengerjaan. Sedangkan untuk jaur Demak-Pati-Rembang yang dahulu rusak akibat terendam banjir hampir sebulan kini sudah diperbaiki.
"Perbaikan cukup berat dan kita tinggikan 80 Cm," ucap pria kelahiran Solo ini.
Kondisi jalur yang juga siap dilalui untuk mudik lebaran adalah jalur pantai selatan Pulau Jawa. Di persimpangan Cagak, Nagrek, Jawa Barat, yang merupakan biang kemacetan, kini sedang dikebut pembangunan dua jalur sepanjang 600 meter dan lebar 7 meter. Tujuannya untuk memecah kemacetan di daerah tersebut.
Di Daerah Istimewa Yogyakarta kini juga telah dibangun dua jembatan baru, yakni jembatan Dadap dan Bunder. Jalan di Yogya sebelumnya juga sudah mulus.
"Jalan di Jawa Timur juga sudah bagus, tidak ada masalah. Memang, jalur di sana itu sempit, tapi tidak ada yang berlubang," pungkas Djoko. (irw/iy)










































