Hal itu diungkapkan oleh sosiolog Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Prof Dr Susetiawan kepada wartawan di kantor Bulaksumur Yogyakarta, Selasa (16/9/2008).
"Gaya bagi-bagi ini sudah masuk ke fenomena politik. Kasus Syaikon hanya salah satunya saja. Banyak tokoh yang melakukan cara seperti itu agar dianggap peduli dan dermawan terhadap rakyat," kata Susetiawan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kasus Pasuruan itu bisa juga buah dari ketidakpercayaan kepada penyelenggara zakat. Sebab lembaga amil zakat mengalami krisis kepercayaan dari masyarakat. Sehingga sebagian masyarakat memilih membagikan sendiri," ungkap Susetiawan. (bgs/djo)










































