SMS Terakhir Munir pada Suciwati tentang Pencekalan

Kasus Munir

SMS Terakhir Munir pada Suciwati tentang Pencekalan

- detikNews
Selasa, 16 Sep 2008 15:15 WIB
SMS Terakhir Munir pada Suciwati tentang Pencekalan
Jakarta - Sebelum hengkang ke Belanda, almarhum Munir saling berkirim pesan singkat dengan istrinya, Suciwati. Komunikasi terakhir ini tentang pencekalan Munir.

"Komunikasi ini ketika dia masuk ke boarding. Saya SMS-an dengan beliau tentang pencekalan itu. Ternyata dia bisa lolos. Itu peristiwa tanggal 6 September 2004 yang saya ingat terakhir," jawab Suciwati.

Suciwati yang dihadirkan sebagai saksi menyampaikan hal itu ketika ditanya salah satu jaksa penuntut umum (JPU) yang diketuai Cyrus Sinaga, dalam persidangan kasus Munir dengan terdakwa Muchdi Purwopranjono, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Jakarta, Selasa (16/9/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya dengar cerita almarhum. Pernah dicekal oleh BIN (Badan Intelijen Negara) sebelum menuju ke Swiss. Jadi dia was-was ketika mau berangkat. Itu takut dicekal juga," imbuh Suci yang mengenakan kaos hitam bergambar almarhum suaminya itu.

"Ceritanya waktu dia mau diperiksa oleh imigrasi, dia sempat dihentikan dan trauma. Dia sempat bertanya kepada pihak imigrasi, apakah dicekal? Siapa yang mencekal? Apakah itu Hendropriyono? Almarhum menelepon langsung Hendro, kemudian pihak imigrasi memperbolehkan almarhum berangkat ke Swiss, itu tahun 2004," papar Suci.

JPU pun lantas menanyakan apakah Munir juga berkomunikasi dengan dirinya saat transit di Bandara Changi, Singapura.

"Tidak. Biasanya suami saya kasih kabar, jika sudah sampai di tempat tujuan," timpal dia.

Lantas tanggal 7 September 2004, Suci mendapat info dari Usman Hamid (Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan/ Kontras) bahwa suaminya meninggal. "Tanggal 8 September 2004 saya jemput jenazah suami saya," tandas Suci.
(nwk/asy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads