Para mahasiswa ini datang ke kantor Mapolres Makassar Timur, Jl AP Pettarani, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (16/9/2008), dengan menggunakan kendaraan bermotor roda dua.
Sesampainya di depan Mapolres Makassar Timur, para mahasiswa UNM ini langsung menggelar orasi. Mereka mengkritik kinerja polisi yang lamban dalam menangani kasus penembakan rekan mereka, Amirudin. Padahal kasus tersebut terjadi pada Juni 2007 lalu.
Β
"Polisi masih tebang-pilih dalam menunaikan tugasnya," ujar koordinator aksi mahasiswa FIK UNM, Akmal Almy dalam orasinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kapolres Makassar Timur, AKBP Kamaruddin yang menemui demonstran mengatakan kasus penembakan Amirudin unik dan rumit. Karena itu dia meminta para mahasiswa ikut memberikan informasi untuk memudahkan proses penyelidikan.
"Jangan sekadar berunjuk rasa, tapi juga membantu polisi menghadirkan saksi-saksi. Polisi baru masuk ke kampus kalian saja, kami sudah dipandang sebelah mata," jelas Kamaruddin.
Setelah diterima Kapolres, para mahasiswa kemudian meninggalkan lokasi unjuk rasa. Mereka mengancam akan datang dengan massa yang lebih besar jika kasus tidak diselesaikan dalam waktu dekat. (mna/djo)











































