Pungutan Liar Oleh Oknum Militer di Perbatasan Filipina

Pungutan Liar Oleh Oknum Militer di Perbatasan Filipina

- detikNews
Selasa, 16 Sep 2008 08:55 WIB
Pungutan Liar Oleh Oknum Militer di Perbatasan Filipina
Pulau Tahuna - Warga Kepulauan Tahuna, Sulawesi Utara (Sulut) menjual hasil perikanan ke wilayah perbatasan antara Indonesia dan Filipina. Sayangnya kerap terjadi pungutan liar yang diduga dilakukan oleh oknum militer.

"Sering terjadi pungutan yang dilakukan aparat militer di perbatasan. Pungutan bukan untuk kas negara tapi untuk aparat sendiri," kata Bupati Sangihe, Winsu Salindeho, kepada detikcom di rumah dinasnya di Pulau Tahuna, Kabupaten Sangihe, Sulut pada Senin 15 September 2008.

Menurut dia, potensi perikanan di Pulau Tahuna sangat besar. Sejak dahulu, warga menjual hasil tangkapan ikan melalui Kecamatan Marore ke Filipina.

"Ke Filipina itu karena harga jualnya mahal," ujarnya.

Wisnu mengatakan, pengusaha Filipina juga membeli hasil perikanan Indonesia
yang sudah dianggap tidak berguna seperti daging ikan Hiu yang mereka beli
dengan harga Rp 3.000 per kilogram.

Lebih lanjut, kata Wisnu, Pemkab Sangihe sangat mendukung perdagangan yang telah berlangsung selama bertahun-tahun karena dapat meningkatkan kesejahteraan.

Namun, Winsu mengatakan, regulasi yan tidak jelas serta adanya pungutan liar dapat menghambat perdagangan tersebut.

"Semoga pemerintah mau melegitimasi peluang masyarakat melakukan perdagangan," kata Wisnu. (mok/aan)


Berita Terkait