"Sistem tradisional yakni dibagikan secara langsung banyak risikonya. Selain korban meninggal, juga bisa menyebabkan tidak meratanya jumlah bantuan," kata media and newsroom Rumah Zakat Indonesia, Dyana Widiastuti dalam keterangan pers yang diterima detikcom, Selasa (16/9/2008).
Dyana menjelaskan, sistem tradisional biasanya tidak disertaiย pemberdayaan setelah zakat diberikan. Akibatnya hanya menjadi solusi sesaat. "Di sini terasa ada parade kemiskinan karena mustahik (penerima zakat) diperlakukan sebagai obyek tontonan," tegas perempuan ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rumah zakat telah hadir di 26 kota di Indonesia. Menurut Dyana, memasuki hari ke-14 Ramadan, Rumah Zakat Indonesia telah menyalurkan program Ramadan sebesar Rp 1,1 miliar dengan total penerima manfaat sebanyak 43.716 orang. Program ini menyalurkan paket buka puasa, paket peduli pangan dan kado Lebaran.
"Semua Rp 1,1 miliar itu tersalur tanpa kerusuhan. Jadi alangkah baiknya bila zakat disalurkan secara profesional ke lembaga pengelola zakat yang independent," kata Dyana. (nik/iy)











































