Lupakan Cara Tradisional, Beralihlah ke Sistem Profesional

Insiden Zakat Pasuruan

Lupakan Cara Tradisional, Beralihlah ke Sistem Profesional

- detikNews
Selasa, 16 Sep 2008 11:04 WIB
Lupakan Cara Tradisional, Beralihlah ke Sistem Profesional
Jakarta - Sungguh menyedihkan insiden zakat di Pasuruan, Jawa Timur yang menewaskan 21 orang. Untuk menghindari hal itu terulang, dianjurkan sistem penyaluran zakat tradisional ditinggalkan dan diganti sistem profesional.

"Sistem tradisional yakni dibagikan secara langsung banyak risikonya. Selain korban meninggal, juga bisa menyebabkan tidak meratanya jumlah bantuan," kata media and newsroom Rumah Zakat Indonesia, Dyana Widiastuti dalam keterangan pers yang diterima detikcom, Selasa (16/9/2008).

Dyana menjelaskan, sistem tradisional biasanya tidak disertaiย  pemberdayaan setelah zakat diberikan. Akibatnya hanya menjadi solusi sesaat. "Di sini terasa ada parade kemiskinan karena mustahik (penerima zakat) diperlakukan sebagai obyek tontonan," tegas perempuan ini.

Sebenarnya sistem penyaluran zakat secara profesional sudah ada sejak beberapa waktu lalu. Sistem ini misalnya dianut oleh Rumah Zakat Indonesia. Organisasi ini menjadi Amil atau pihak ketiga yang siap membagikan zakat kepada yang berhak.

Rumah zakat telah hadir di 26 kota di Indonesia. Menurut Dyana, memasuki hari ke-14 Ramadan, Rumah Zakat Indonesia telah menyalurkan program Ramadan sebesar Rp 1,1 miliar dengan total penerima manfaat sebanyak 43.716 orang. Program ini menyalurkan paket buka puasa, paket peduli pangan dan kado Lebaran.

"Semua Rp 1,1 miliar itu tersalur tanpa kerusuhan. Jadi alangkah baiknya bila zakat disalurkan secara profesional ke lembaga pengelola zakat yang independent," kata Dyana. (nik/iy)


Berita Terkait