Kepak Merak Sampai Cherven Bryag

Laporan dari Sofia

Kepak Merak Sampai Cherven Bryag

- detikNews
Selasa, 16 Sep 2008 11:01 WIB
Kepak Merak Sampai Cherven Bryag
Sofia - Bau mesiu masih menyengat. Ini partisipasi pertama Indonesia di Cherven Bryag, bekas wilayah Khilafah Usmaniyah di jalur strategis ke Laut Hitam.

Sejak hubungan antarbangsa dikenal, seni budaya sudah menjadi sarana efektif untuk promosi, mengangkat citra, atau saling mengenal. Lihatlah, di Cherven Bryag publik terhipnotis dengan pesona Indonesia.

Bau mesiu dari pesta kembang api yang baru saja berakhir belum menguap ditelan angin. Lebih dari sekitar 1.000 warga kota Cherven Bryag, memadati alun-alun kota di malam hari, 5/9/2008 lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kota di wilayah utara Bulgaria, di noktah strategis persimpangan jalur kereta api yang menghubungkan ibukota Sofia dengan kota Varna di tepi Laut Hitam, itu sedang merayakan hari jadi ke-577 terhitung sejak wilayah itu menjadi permukiman di bawah administrasi Khilafah Usmaniyah (Ottoman Empire) atau ke-79 sejak PM Andrey Lyapchev memproklamirkan wilayah itu sebagai kota.

Perayaan dimulai pukul 20.00 dan seperti galibnya dibuka dengan sambutan oleh sang walikota, yakni Danail Valov, para duta besar negara sahabat, tokoh politik serta pengusaha setempat.

Dubes RI Immanuel Robert Inkiriwang yang hadir sebagai tamu kehormatan bersama Dubes Irlandia Geoffrey Keating, memanfaatkan perhelatan itu untuk mempromosikan Indonesia melalui presentasi Tari Merak, Tari Puspita dan Tari Tak Tong Tong, sebuah tari kreasi perpaduan gerakan Tari Piring, Tari Rantak dan Tari Saman yang dinamis.

"KBRI akan turut memeriahkan hari jadi Cherven Bryag ini di masa-masa mendatang. Kami juga berharap dapat mengembangkan kerjasama lebih erat lagi," ujar Inkiriwang dalam sambutan singkat.

Publik Cherven Bryag terlihat hanyut dengan keindahan tarian dan busana yang belum pernah mereka saksikan sebelumnya. Seusai pertunjukan, banyak di antara mereka meminta berfoto bersama dengan para penari.

Menurut Koordinator Pelaksana Fungsi Pensosbud Protokol Konsuler Aditya Timoranto kepada detikcom, partisipasi Indonesia sebagai promosi dan diplomasi kebudayaan di Cherven Bryag itu baru kali pertama, didukung grup tari Pesona Mawar Nusantara, terdiri dari para pelajar Bulgaria dan Indonesia, termasuk puteri Dubes, Gabrielle Inkiriwang.

Sebelumnya pada siang hari Dubes Inkiriwang melakukan pertemuan dengan walikota untuk membahas kemungkinan kerjasama dengan kota Cherven Bryag guna mendukung kerjasama bilateral RI-Bulgaria. Β 

Bulgaria dikenal unggul dalam produksi metalurgi, tertinggi di Eropa Tenggara. Selain itu sebelum blok 1-4 ditutup negeri ini juga eksportir energi ke negara-negara sekitar berkat Pembangkit Listrik Tenaga Nuklirnya.

Kesan pertama yang baik sudah terbentuk. "Selanjutnya kita berharap kontrak-kontrak kerjasama dan peningkatan persahabatan kedua bangsa bisa direguk," demikian Aditya. (es/es)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads