Pembicaraan itu perlu karena opsi militer dalam menghadapi Iran bukanlah opsi yang memuaskan.
"Jujur saja opsi militer dalam hal ini sangat buruk. Kita tidak ingin menempuh jalan itu," kataΒ Warren Christopher, menlu AS semasa pemerintahan Presiden Bill Clinton dari 1993-1997.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kelima mantan petinggi Gedung Putih itu setuju kalau berdialog dengan Iran merupakan strategi untuk menghentikan kegiatan pengayaan uranium yang dilakukan Iran.
"Saya yakin kita perlu berhubungan dengan Iran. Saya pikir intinya adalah kita mencoba terlibat dan berhubungan dengan negara-negara yang bermasalah dengan kita," kata Albright yang menjadi menlu selama periode kedua kepemimpinan Presiden Bill Clinton.
Dikatakan Powell, yang bekerja untuk Presiden George W Bush dari 2001-2005, pejabat-pejabat AS pernah mengadakan pembicaraan di tingkat rendah dengan Iran hingga 2003. Namun kemudian itu dihentikan.
"Saya setuju dengan Madeleine dan kolega-kolega saya lainnya, bahwa kita harus mencoba berbicara dengan mereka," ujar Powell seperti dilansir Reuters, Selasa (16/9/2008).
Berurusan dengan Iran merupakan isu dalam kampanye kepresidenan AS 2008. Dua capres AS, Barack Obama dan John McCain punya pandangan berbeda mengenai hal itu.
Obama menyatakan siap berbicara dengan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad dan musuh-musuh AS lainnya jika dirinya terpilih menjadi presiden AS. Namun McCain menentang sikap Obama tersebut. Menurut capres Partai Republik itu, sikap Obama tersebut menunjukkan Obama naif dan tidak berpengalaman.
(ita/iy)











































