Festival ini merupakan festival tahunan yang digelar untuk mempererat tali kerjasama antar negara. Tahun ini diikuti Hungaria, Indonesia, dan Slovenia saja.
Meski demikian, tarian yang dipersembahkan GPN cukup memukau para penonton dan rakyat Slovenia. Sebut saja sederet tarian tradisional seperti saman Aceh, manuk rawa, belibis, piring, atau bali sempat membuat tepuk tangan audiens tak kunjung henti.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alhasil, rombongan murid sekolah dasar yang juga duduk di kursi penonton mendapatkan kesempatan khusus melihat dari dekat tari-tarian khas Indonesia pada sesi khusus. Mereka tercengang oleh keindahan dan keanekaragaman busana yang dikenakan para penampil. Selain itu para murid juga berkesempatan menyaksikan kelihaian penari memainkan dan memutar piring di kedua tangan.
"Festival ini merupakan kesempatan emas untuk memperkenalkan budaya Indonesia secara langsung kepada dunia, khususnya Slovenia, termasuk juga para murid sekolah dasarnya yang selama ini mungkin hanya mengetahui Indonesia lewat buku pelajaran saja," ujar Dewi Figl, pendamping sanggar GPN.
Di akhir acara diadakan pesta kecil-kecilan di asrama para penari di mana tiap negara mengajarkan tarian daerah asal masing-masing negara. Para penari dari Hungaria dan Slovenia terlihat antusias untuk mempelajari salah satu gerakan tari saman yang penuh dengan perpaduan ritme gerakan cepat itu.
Para penari Gema Puspa Nusantara sendiri tak hanya kali ini 'manggung' di event internasional. Sebelumnya, GPN lewat asuhan KBRI Austria telah melang langbuana ke negara negara Eropa lainnya seperti Rep Ceko, Hungaria, Spanyol dan Inggris. Angkat topi buat para duta bangsa ini! (sal/nrl)











































