Studi banding anggota DPR ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas kelembagaan DPR RI. Selain Australia, negara yang dikunjungi adalah Irlandia dan Afrika Selatan.
"Kami memandang bahwa studi banding ke negara lain, khususnya Australia, bukanlah cara yang tepat untuk mendapatkan input dalam penyusunan kebijakan atau pun perbaikan sistem kelembagaan DPR-RI, mengingat adanya perbedaan sistem parlementer dan pemerintahan serta karakter lembaga," ungkap Ketua PPIA ACT Canberra Ahmad Fauzie Nur kepada detikcom, Selasa (16/9/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
PPIA ACT Canberra menyatakan prihatin atas studi banding itu dan mempertanyakan sensitivitas DPR-RI sebagai lembaga perwakilan rakyat Indonesia akan kondisi perekonomian Indonesia dengan memboroskan uang pajak rakyat sementara masih banyak rakyat yang menderita kemiskinan di seluruh pelosok Indonesia.
"Kami merekomendasikan kepada DPR-RI untuk menghentikan program-program pemborosan seperti ini serta memohon agar Bapak/Ibu yang terhormat dapat melakukan introspeksi diri akan peranan Bapak/Ibu sebagai wakil rakyat Indonesia," kata Fauzie.
PPIA ACT Canberra juga mengimbau PPI di seluruh dunia untuk terus mempertanyakan makna, tujuan dan hasil konkret dari setiap kunjungan anggota DPR ke negara lain agar tidak menjadi sia-sia.
Menurut informasi PPIA ACT Canberra, anggota DPR yang masuk dalam rombongan studi banding ini adalah
1. Junisab Akbar (Ketua delegasi) dari Fraksi PBR;
2. Mesir Suryadi dari Fraksi Partai Golkar;
3. Andi Wahab Datuk Majokayo dari Fraksi Partai Golkar;
4. Ida Bagus Nugroho dari Fraksi PDIP;
5. Barnstein Samuel Tundan dari Fraksi Partai Demokrat;
6. Syahrial Agamas dari Fraksi PPP;
7. Latifah Iskandar dari Fraksi PAN;
8. Saidah Sakwan dari Fraksi PKB;
9. Andi Salahuddin dari Fraksi PKS.
Pendamping :
1. Suparyanti, staf BURT DPR RI.
2. Asep Ahmad Saefuloh, researcher/staf ahli BURT DPR RI.
(nrl/rdf)











































