Pelajar Indonesia Australia Sesalkan Studi Banding DPR ke Canberra

Pelajar Indonesia Australia Sesalkan Studi Banding DPR ke Canberra

- detikNews
Selasa, 16 Sep 2008 08:33 WIB
Pelajar Indonesia Australia Sesalkan Studi Banding DPR ke Canberra
Jakarta - Studi banding penting. Tapi kalau bisa diwakili dengan kemajuan teknologi, mengapa harus jauh-jauh terbang dengan uang rakyat? Karena itulah Pengurus Perhimpunan Pelajar Indonesia Australia (PPIA) Cabang Australian Capital Territory (ACT) Canberra prihatin atas kunjungan sejumlah anggota Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR ke Australia.

Studi banding anggota DPR ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas kelembagaan DPR RI. Selain Australia, negara yang dikunjungi adalah Irlandia dan Afrika Selatan.

"Kami memandang bahwa studi banding ke negara lain, khususnya Australia, bukanlah cara yang tepat untuk mendapatkan input dalam penyusunan kebijakan atau pun perbaikan sistem kelembagaan DPR-RI, mengingat adanya perbedaan sistem parlementer dan pemerintahan serta karakter lembaga," ungkap Ketua PPIA ACT Canberra Ahmad Fauzie Nur kepada detikcom, Selasa (16/9/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, kemajuan teknologi dapat dijadikan sebagai solusi yang tepat dan cepat serta berbiaya relatif rendah, seperti melalui fasilitas tele-conference dan internet. "Khusus untuk informasi parlemen Australia, Bapak/Ibu yang terhormat dapat mengunjungi situs resmi mereka di www.aph.gov.au, di mana banyak informasi yang dapat diperoleh tanpa mengeluarkan biaya sedikit pun,"ujar Fauzie.

PPIA ACT Canberra menyatakan prihatin atas studi banding itu dan mempertanyakan sensitivitas DPR-RI sebagai lembaga perwakilan rakyat Indonesia akan kondisi perekonomian Indonesia dengan memboroskan uang pajak rakyat sementara masih banyak rakyat yang menderita kemiskinan di seluruh pelosok Indonesia.

"Kami merekomendasikan kepada DPR-RI untuk menghentikan program-program pemborosan seperti ini serta memohon agar Bapak/Ibu yang terhormat dapat melakukan introspeksi diri akan peranan Bapak/Ibu sebagai wakil rakyat Indonesia," kata Fauzie.

PPIA ACT Canberra juga mengimbau PPI di seluruh dunia untuk terus mempertanyakan makna, tujuan dan hasil konkret dari setiap kunjungan anggota DPR ke negara lain agar tidak menjadi sia-sia.

Menurut informasi PPIA ACT Canberra, anggota DPR yang masuk dalam rombongan studi banding ini adalah

1. Junisab Akbar (Ketua delegasi) dari Fraksi PBR;
2. Mesir Suryadi dari Fraksi Partai Golkar;
3. Andi Wahab Datuk Majokayo dari Fraksi Partai Golkar;
4. Ida Bagus Nugroho dari Fraksi PDIP;
5. Barnstein Samuel Tundan dari Fraksi Partai Demokrat;
6. Syahrial Agamas dari Fraksi PPP;
7. Latifah Iskandar dari Fraksi PAN;
8. Saidah Sakwan dari Fraksi PKB;
9. Andi Salahuddin dari Fraksi PKS.

Pendamping :
1. Suparyanti, staf BURT DPR RI.
2. Asep Ahmad Saefuloh, researcher/staf ahli BURT DPR RI.

(nrl/rdf)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads