Puluhan aktivis Front Pembela Islam (FPI) tiba-tiba berhamburan lari ke luar ruang persidangan mengejar aktivis Aliansi Kebangsaan dan Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) M Guntur Romli. Massa FPI menuding Guntur sebagai provokator.
"Tangkap itu provokator! Tangkap itu provokator! Itu yang ditangkap jangan anggota FPI yang ditangkapi. Provokator kok dilindungi," kata massa FPI kepada polisi di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Jalan Gadjah Mada, Jakarta, Senin (15/9/2008).
Guntur yang semula menonton sidang dengan terdakwa Munarman langsung lari seribu langkah menghindari amukan dari massa FPI. Beruntung, Guntur cepat diamankan aparat kepolisian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Guntur tadi kita minta jangan beri komentar yang memancing. Ternyata anggota FPI mendengar dan terjadi keributan itu," kata seorang aparat kepolisian yang tidak mau disebut namanya.
Saksi
Sidang Munarman masih mengagendakan mendengarkan keterangan saksi dari
jaksa penuntut umum yang dikomandani Sigid Januaris. Sidang yang dipimpin ketua majelis hakim Panusunan Harahap ini dimulai sejak pukul 16.40 WIB.
Saksi yang dihadirkan jaksa penuntut umum antara lain aktivis AKKBB Bernartinus Winarno dan Nino Graciano.
Dalam kesaksiannya, Bernartinus menceritakan insiden Monas pada 1 Juni 2008 lalu. Bernartinus datang ke parkiran Stasiun Gambir 1 Juni 2008 pukul 12.00 WIB. Setengah jam kemudian, Bernatinus diminta berkumpul di luar gerbang Monas. Dia masuk ke dalam gerbang Monas dan berdiri di tengah-tengah rombongan AKKBB.
Bernatinus mengaku melihat rombongan berbaju putih datang dan langsung melakukan penyerangan. "Saya mengalami luka di kepala karena dipukul dengan bambu dan dijahit 5-6 jahitan," kata Bernatinus.
Atas kesaksian Bernatinus, Munarman enggan berkomentar. "Karena tidak menyangkut dengan saya, saya tidak komentar dengan pernyataannya," kata Munarman yang menjabat sebagai Panglima Komando Laskar Islam ini.
Sidang dilanjutkan dengan mendengarkan kesaksian dari Nino Graciano dan hingga pukul 17.20 WIB, sidang masih berlangsung. (aan/iy)











































