Keluarga Memaksa Ambil Jenazah untuk Segera Dimakamkan

Insiden Zakat Pasuruan

Keluarga Memaksa Ambil Jenazah untuk Segera Dimakamkan

- detikNews
Senin, 15 Sep 2008 15:16 WIB
Keluarga Memaksa Ambil Jenazah untuk Segera Dimakamkan
Pasuruan - Proses identifikasi yang dilakukan tim forensik RS R Soedarsono Pasuruan dan kepolisian menuai protes dari keluarga 21 korban tewas akibat antre pembagian zakat di Pasuruan. Mereka memaksa untuk bisa membawa pulang jenazah dan memakamkannya.

Mereka yang tak sabar membawa keluarganya untuk dibawa pulang dan dimakamkan menuding identifikasi cukup lamban. Mereka mendatangi petugas dan berusaha menerobos ke ruang jenazah. Mereka berteriak-teriak agar diperbolehkan segera membawa pulang jenazah kerabatnya itu.

"Ayo Pak, ayo Pak, cepet ndang ditokno, kesuwen ndik jeru mayate. Ngenteni opo ae (Ayo Pak, ayo Pak, cepat segera dikeluarkan, jenazahnya kelamaan di ruang jenazah)," kata Ahmad salah satu keluarga korban tewas bernama Aliyah warga Gadingrejo Pasuruan di kamar jenazah, Senin (15/9/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ahmad yang berteriak sembari menangis itu tak kuasa menahan kesabarannya. Pasalnya istrinya yang sudah terbujur kaku masih belum diserahkan ke keluarganya. Protes senada juga diungkapkan oleh Sumanto, saudara dari Saminah warga Kepel Pasuruan. Sumanto mengeluhkan lambatnya penanganan mayat tersebut.

"Padahal semua berkas seperti KTP dan KSK sudah diserahkan. Tapi kenapa kok masih lama," tambah Sumanto yang diamini keluarga lain.

Sementara salah satu petugas kepolisian dari Polresta Pasuruan, Iptu Joko mengungkapkan pihaknya dan tim forensik mengidentifikasi betul kondisi mayat. "Kita harus mengambil sidik jari, memeriksa luka dan keperluan lainnya demi identitas korban," katanya kepada detiksurabaya.com di lokasi. (fat/gik)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini