Zaid Ibrahim, menteri yang bertanggung jawab untuk urusan hukum itu mundur setelah serangkaian penangkapan yang dilakukan berdasarkan UU keamanan kontroversial itu.
"Ya, dia telah mengundurkan diri. Zaid Ibrahim mengirimkan surat pengunduran dirinya ke kantor perdana menteri pada pukul 2 siang hari ini," kata asisten Zaid seperti dikutip kantor berita AFP, Senin (15/9/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan dalih ISA, pemerintah Malaysia baru-baru ini telah menangkap seorang politikus oposisi, seorang blogger dan seorang reporter. ISA memungkinkan seseorang ditahan selama waktu yang tidak ditentukan tanpa persidangan.
Zaid sebelumnya telah memprotes penangkapan tersebut. "ISA terbuka untuk disalahgunakan. Jika kita tidak bisa mengimplementasikannya secara adil, kita sebaiknya membatasi penggunaannya pada para teroris saja," kata Zaid.
"Jika kita harus menggunakan ISA untuk menahan orang-orang, itu menunjukkan kita tidak punya kepercayaan pada badan penegakan hukum," tegas Zaid sebelumnya. Zaid menambahkan, dirinya siap mundur atas sikapnya itu jika diminta.
"Saya bergabung dengan pemerintah karena saya yakin akan ada transformasi. Pemerintah harus berubah tapi reformasi tidak bisa terjadi jika pemerintah meneruskan pemikiran lama dan filosofi lama," cetusnya.
(ita/iy)











































