Dalam aksinya, sopir dan pemilik angkutan yang tergabung dalam Keluarga Besar Sopir dan Pemilik MPU Pro Demokrasi (Kesper) Sumatera Utara (Sumut) ini memalangkan puluhan angkutan umum di depan kantor Walikota Medan, Jl. Maulana Lubis.
Akibatnya kemacetan total terjadi. Arus kendaraan terpaksa dialihkan ke Jl. Imam Bonjol, melewati gedung DPRD Sumut menuju Jl. Letjend Suprapto Medan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bagaimana mau pindah, lokasi loket saja tidak memadai di terminal," kata Mangasa.
Sopir dan pemilik angkutan juga mendesak Walikota Medan untuk menutup dan menghentikan angkutan plat hitam yang marak beroperasi.
"Loket dipaksa pindah. Penumpang tidak mau masuk terminal karena takut. Sementara angkutan plat hitam bebas cari penumpang. Apa ini adil?" tanya Mangasa.
Sopir dan pemilik angkutan umum juga menilai, keluarnya SK Walikota tentang relokasi pool dan loket, disinyalir merupakan konspirasi dengan dealer.
"SK Walikota jadi lahan empuk buat dealer. Banyak pemilik angkutan yang tidak bisa bayar kredit karena pendapatan berkurang drastis," kata Mangasa. (rul/djo)










































