Penyesalan itu disampaikan Aminurrohman saat mengunjungi kamar mayat untuk menyatakan duka citanya kepada para keluarga. Dia juga menyatakan penyesalannya karena tidak ada antisipasi yang dilakukan penyelenggara.
"Saya menyayangkan kejadian ini, apalagi kejadian ini sudah tiap tahun dilakukan. Kenapa jatuh korban banyak," katanya, Senin (15/9/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara dari 21 korban tewas yang semuanya wanita itu itu, kepolisian dan pihak rumah sakit untuk sudah bisa mengenali 15 korban. Sesuai data di kamar mayat RS R Soedarsono Pasuruan, Senin (15/9/2008) pukul 14.00 WIB, nama-nama ke-15 korban tewas adalah:
- Saminah warga Kepel Pasuruan
- Sunarsih warga Krapyakrejo Pasuruan
- Sutinah warga Kepel Pasuruan
- Sumirah warga Ngemplakrejo Pasuruan
- Siti Khodijah warga Rejoso Kidul Pasuruan
- Nikmah warga Gadingrejo Pasuruan
- Riamah warga Jalan MT Haryono Pasuruan
- Aliyah warga Gadingrejo Pasuruan
- Sunanik warga Petamanan Pasuruan
- Satuni warga Ngemplakrejo Pasuruan
- Salamah warga Gadingrejo Pasuruan
- Khotijah warga Gadingrejo Pasuruan
- Yanti warga Kebon Jaya Pasuruan
- Farida warga Tambaan Pasuruan
- Halimah warga Gondangwetan










































