21 Korban Tewas Diduga Karena Terjebak di Pagar Bambu

Insiden Zakat Pasuruan

21 Korban Tewas Diduga Karena Terjebak di Pagar Bambu

- detikNews
Senin, 15 Sep 2008 14:29 WIB
21 Korban Tewas Diduga Karena Terjebak di Pagar Bambu
Pasuruan - Pembagian uang zakat di RT III RW IV Kelurahan Purutrejo, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan yang dilakukan seorang pengusaha H Syaikon memang sudah diperkirakan akan berlangsung ricuh.

Sebab selain karena cara mengaturnya yang amburadul, tak ada satu pun penjagaan dari pihak kepolisian. Hal itu diungkapkan oleh salah satu warga yang ikut antre zakat, Ny Ida (40) warga Desa Wirogunan Kecamatan Purworejo Kota Pasuruan.

Dia mengaku pembagian tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Bila sebelumnya, warga antre bisa secara berurutan tanpa di batasi pagar. Namun kali ini, pembagian dilakukan memberi batas berupa pagar bambu setinggi 2 meter untuk warga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pagar ini yang membuat warga tidak bisa keluar dan masuk ke lokasi. Jadi terjebak di dalam pagar tersebut. Sementara yang di luar terus mendorong warga lainnya agar bisa masuk dan mendapat bagian," kenang Ny Ida saat bersama tetangganya, Supratmi saat di lokasi kejadian, Senin (15/9/2008).

Diduga warga yang tewas karena terinjak-injak ini mereka yang terjebak di dalam pagar bambu.

Sementara dari pantauan detiksurabaya.com di lokasi pagi tadi sekitar pukul 07.00 WIB warga terlihat berjubel sejak pukul 04.00 WIB. Padahal pintu pagar bambu batasan pemberian zakat dan warga baru dibuka pukul 07.00 WIB. Warga yang terlihat antre rata-rata wanita berusia 40 tahunan.

Informasi yang dihimpun, zakat yang disalurkan H Syaikon ini nilainya bervariasi. Antara Rp 10 ribu-Rp 40 ribu. Kini H Syaikon dimintai keterangan di Mapolresta Pasuruan. (fat/gik)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads