Hal itu dikatakan oleh Kepala Dinas Perhubungan (dishub) DIY, Mulyadi Hadikusumo kepada wartawan seusai menghadiri rapat koordinasi pengamanan lebaran di Hotel Melia Purosani di Jl Suryotomo Yogyakarta, Senin (15/9/2008).
"Semua prasarana jalan kondisinya baik dan bisa dilewati semua kendaraan kecuali jembatan Krasak. Sedang dari jalur selatan lewat jembatan Srandakan dan jembatan Bantar perbatasan Bantul dan Kulonprogo juga sudah baik," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yogya.
"Saat ini kita berlakukan sistem rambu dan selalu ada petugas dari posko lebaran untuk mengawasi," kata dia seusai mendampingi Menteri Perhubungan Djusman Syafii Jamal dalam kunjungan kerja di Yogyakarta.
Dia mengatakan selama lebaran akan dikerahkan sekitar 4.575 personel untuk mengamankan di seluruh DIY. Jumlah tersebut terdiri dari Polda DIY sebanyak 3.500 personel, 900 dari Dishub DIY, 200 orang Pramuka, 250 anggota RAPI ditambah karyawan bina marga.
Menurut dia, khusus angkutan bis diperkirakan akan terjadi kenaikan 4,5 persen. Untuk mengantisipasi terjadi lonjakan penumpang, Organda DIY telah menyiapkan 3.638 armada yang terdiri bus pariwisata, bus AKAP, bus AKDP dan angkudes. Adanya bis wisata sebanyak 418 dan 1.118 bis AKAP sudah bisa mengatasi bila ada lonjakan penumpang," katanya.
Dia menambahkan untuk angkutan kereta api dan penerbangan, Dishub DIY juga telah berkoordinasi dengan instansi terkait. Sebanyak 18 KA reguler siap diberangkatkan dari Stasiun Tugu Yogyakarta terdiri 5 KA eksekutif, 8 KA bisnis, 4 KA ekonomi. Apabila masih ada calon penumpang yang tidak terangkut, PT KAI telah menyiapkan 3 KA ekstra lebaran terdiri KA Argo Lawu, KA Bisnis Senja Utama dan KA Ekonomi Bengawan. "Rata-rata sekitar 15 ribu penumpang setiap hari akan terangkut dengan kereta api," katanya.
Untuk penumpang pesawat udara selama bulan puasa tidak akan menambah jumlah penerbangan. Setiap hari Bandara Adi Sutjipto hanya ada 40 penerbangan. Namun setelah Lebaran pada H+2 hingga H+4 akan ditambah menjadi 43 penerbangan. "Tiga tambahan itu dari Air Asia, Malaysia Air Service dan ekstra flight dari Jakarta," pungkas dia. (bgs/djo)











































