Menurut Kepala Kamar Jenazah RS R Soedarsono, Eko mengaku bahwa hingga pukul 11.40 WIB, korban tewas dan sudah masuk ke ruang jenazah berjumlah 10 orang. Dua korban lainnya dalam perjalanan menuju kamar jenazah.
"Jenazah hingga saat ini sudah masuk ke ruangan berjumlah 10 orang. Tapi yang teridentifikasi masih 1 orang," Eko kepada detiksurabaya.com saat ditemui di kamar jenazah Jalan Dr Wahidin Pasuruan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Informasi yang dihimpun detiksurabaya.com di lokasi, rata-rata korban tewas maupun yang dilarikan ke rumah sakit karena terinjak-injak dan kehabisan nafas setelah berdesak-desakan.
"Rata-rata korban yang di UGD kehabisan oksigen karena berdesak-desakan apalagi cuaca juga. Sedangkan korban yang tewas karena terinjak-injak," kata salah satu petugas UGD, Pramono di sela-sela perawatan pasien yang kehabisan oksigen.
Sementara dari pantauan detiksurabaya.com, suasana di RS sangat ramai dan diwarnai tangisan para keluarga. Pasien yang mendapat perawatan di UGD diinfus. Namun sayang karena terbatasnya ruang UGD, pasien terpaksa dirawat di lantai.
Sebelumnya, sekitar 5 ribu warga Kota Pasuruan dan sekitarnya mengantre pembagian uang zakat sebesar Rp 40 ribu yang dilakukan H Syaikon. Warga mengantre sejka pukul 04.00 WIB pagi tadi. (fat/fat)











































