Calo Tiket KA Kerjasama dengan Petugas Loket

Calo Tiket KA Kerjasama dengan Petugas Loket

- detikNews
Minggu, 14 Sep 2008 17:21 WIB
Jakarta - Tak pernah jera meski sudah pernah ditahan, calo tiket Kereta Api (KA), Arifin (27) beroperasi kembali di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat.

Warga Pejambon ini mengaku tidak kapok dengan ketatnya pengamanan aparat. Arifin menganggap penjagaan itu hanya formalitas.

"Enggak kapok. Cuma nakut-nakutin aja. Penumpang kan biasanya lebih percaya tanya ke yang pakai seragam. Kalo yang nanya nggak dapet tiket, ya ditawarin juga. Ya mereka juga dapat duit. Samalah, yang penting kita nggak
saling ganggu,"," katanya kepada detikcom di Stasiun Gambir, Jakarta, Minggu (14/9/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pria yang berijasah SMP ini menjadi calo tiket sejak tahun 1998. Awalnya Arifin menjadi tukang parkir di luar stasiun. Ia diusir karena tidak berseragam kemudian beralih profesi menjadi calo tiket.

Uang menjadi alasan ayah satu putri ini bertahan menjadi calo. Berdasarkan
pengalamannya, ia mengaku bisa mendapat keuntungan sekitar Rp 30 juta dengan modal Rp 100 juta yang dipinjamnya dari makelar.

"Dua bulan saja jadi calo sudah bisa dapet cicil motor," kata Arifin.

Pada masa mudik Lebaran, Arifin bisa menjual tiket KA dengan harga dua kali lipat dari harga resmi yang ditetapkan loket. "Harga resmi Bromo Anggrek kan Rp 450 ribu. Saya jual Rp 650-800 ribu pasti laku," tandasnya.

Arifin mendapatkan tiket dari anak buahnya yang sengaja mengantri tiket di loket resmi. "Si pengantri saya kasih Rp 30-40 ribu per tiket. Makanya saya harus jual harganya berkali lipat," imbuhnya.

Karena satu orang hanya boleh membeli maksimal dua tiket, Arifin pun bekerja sama dengan petugas loket untuk mendapatkan tiket dalam jumlah banyak.

"Hampir semua loket bisa, saya kasih petugasnya lebih. Biasanya untuk weekend saya perlu nyetok," jelas Arifin.

Calo ini mengaku tidak pernah membeli tiket jika mau mudik ke kampung isterinya di Malang. "Saya enggak pernah beli tiket. Pas cek tiket, saya kasih aja petugas duit dibawah harga aslinya. Seratus ribu misalnya. bisa duduk kok," ujarnya. (vna/gus)


Berita Terkait