Seperti dilansir dari AFP, Sabtu (13/9/2008), 18 orang meninggal dunia dan 40 lainnya mengalami luka-luka.
Polisi dan tentara membuat barikade-barikade di sepanjang jalan. Mereka melakukan pemeriksaan atas kendaraan-kendaraan yang dicurigai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu sejumlah aktivitas keramaian juga dihentikan, seperti pusat perbelanjaan dan bioskop-bioskop. Polisi melakukan pemeriksaan di tempat-tempat tersebut.
"Semua diperiksa. Bus, kereta, dan juga taksi," ucap seorang saksi mata Mohammed Jalaudin.
Melalui pengeras suara polisi juga mengimbau agar warga segera membubarkan diri. Mengingat ancaman bom masih mungkin terjadi.
"26 Ribu polisi dikerahkan untuk menjaga keamanan dan mengejar pelaku," ujar Kepala Polisi Hyderabad B Prasada Rao.
Pihak media massa di India menyebut aksi pemboman itu dilakukan Mujahidin India, yang melalui surat elektronik mengirimkan pernyataan sebagai pelaku peledakan itu. (ndr/)











































