Petani Grabag Kapok Tanam Super Toy

Petani Grabag Kapok Tanam Super Toy

- detikNews
Sabtu, 13 Sep 2008 18:00 WIB
Petani Grabag Kapok Tanam Super Toy
Jakarta - Petani Desa Grabag Kabupaten Purworejo mengaku kapok menanam padi Super Toy HL-2. Pasalnya, padi yang dikatakan jenis super yang mampu meningkatkan produksi berlipat itu ternyata tidak terbukti.

"Kalau dibilang kapok, ya kapok. Kalau disuruh menanam lagi Super Toy kami tidak mau. Lebih baik menanam padi jenis IR 64 saja," ujar salah seorang petani Desa Grabag bernama Maryono.

Hal ini disampaikan Maryono kepada wartawan usai menerima ganti rugi dari PT Sarana Harapan Indopangan (SHI), di Desa Grabag Purworejo, Sabtu(13/9/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Maryono, dirinya kapok menanam Super Toy karena hasilnya jauh dari yang diharapkan. Meski saat pemeliharaan tanaman sudah dipacu dengan berbagai pupuk baik pupuk kimia maupun organik. Pupuk kimia yang dibutuhkan juga lebih banyak.

"Kalau IR 64 hanya 75 kg/hektar. Sedang Super Toy HL-2 bisa mencapai 300an kg/hektar," jelasnya.

Maryono menambahkan, lahan seluas 1 hektar lebih pada waktu panen pertama bulan April 2008 lalu diyakini tidak sampai 6 ton. Namun dirinya tidak bisa
menghitung atau menimbang dengan pasti, karena pada panen pertama langsung
diambil PT SHI.

"Hasil panen kedua baik milik saya atau yang lain juga banyak berkurang karena dimakan hama. Tidak meningkat seperti yang dijanjikan oleh Toyong saat memberikan penyuluhan dulu," katanya.

Waktu penanaman Super Toy HL-2 yang lebih lama dibanding menanam jenis IR 64
juga membuat petani kelabakan. Sebab setelah panen singgang kedua, lahan saat ini hingga bulan Desember tidak bisa ditanami lagi.

"Mau tak mau harus dibiarkan hingga bulan Desember, baru bisa ditanami padi saat musim penghujan nanti," sahut Maryono yang telah menerima ganti rugi sebesar Rp 5 juta itu.

Sementara itu panen para petani yang menanam jenis IR 64, di sebelah selatan Desa Grabag yakni di Patutrejo tidak mengalami masalah. Mereka bisa menikmati hasil panen saat ini. (bgs/gah)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads