"Kalau lagi belajar memang keras. Apa yang dipegang nggak boleh kita sentuh. Buku dan pulen atau yang dipegang digeser, Barry pasti marah," kata Lia (47) alias Mbak Nun yang ditemui di kontrakannya Jalan Selamatan No 9, Manggarai Selatan, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (12/9/2008).
Malah menurut Mbak Nun, Obama kecil sering mengunci pintu kamarnya ketika belajar. "Barry kalo belajar suka kunci kamar, tinggal saya sama dia di dalam kamar. Makanya saya pegang kunci dan suka kabur," kenangnya sambil tersenyum.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau main biasanya sih sore, tapi kalau belajar sering ditunggui ibunya, ibunya emang galak. Kalau Barry minta minum atau roti saat belajar ibunya melarang saya membawakannya," ujarnya lagi.
Berbeda dengan ayah tiri Obama, Lolo Santoro yang dimata pengasuh kelahiran Sukabumi tahun 1961 ini cenderung ramah dan baik. Tapi, Any sendiri malah segan dengan suaminya itu.
Satu kenangan unik dari Barack, tutur Mbak Nun, adalah sikapnya saat mendengar pidato Presiden ke-2 Indonesia Soeharto. Jika Barack mendengar pidato Soeharto, maka ia akan menyuruh Mbak Nun diam di belakangnya.
"Kalau 17-an, kalau Pak Harto pidato, dia dengerin dan nyuruh saya diam di belakangnya disuruh jadi patung. Pernah saya pingsan. Kadang saya nggak kuat hadapin kenakalannya," ujarnya.
Selain menemani Obama kemana pun pergi, Mbak Nun menambahkan, anak majikannya itu paling suka berenang di kawasan CSW atau Bulungan. Malah Mbak Nun sempat dibawa liburan keluarga Obama ke Hawaii, AS, selama tiga bulan.
(zal/gah)











































