"Sebenarnya Super Toy HL-2 saat ini masih dalam tahap pengujian. Kalau sudah diperjualbelikan maka ada potensi melanggar," ujar Kepala pusat penelitian dan pengembangan tanaman pangan Departemen Pertanian Prof Suyamto.
Hal ini disampaikan Suyamto saat ditemui wartawan usai menjadi pembicara dalam diskusi 'Polemik Super Toy' di Warung Daun, Jl Pakubuwono, Jakarta Selatan, Sabtu (13/9/2008).
Suyamto mengimbau, sebelum suatu varietas dilepas seharusnya varietas diuji coba terlebih dahulu. Hal ini dilakukan di minimal 16 lokasi, dengan menghabiskan waktu 2 musim.
"Kemudian dilihat apakah hasil benih tersebut lebih baik daripada padi yang sudah ditanam petani," imbaunya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau secara genetika seharusnya hasil Super Toy HL-2 juga tidak jauh berbeda dengan kedua jenis itu. Tapi namanya kemungkinan, hasilnya bisa lebih banyak bisa saja," sahutnya.
(crn/gah)










































