Muzakkir Pingsan Demi Kursi Mudik Gratis

Muzakkir Pingsan Demi Kursi Mudik Gratis

- detikNews
Sabtu, 13 Sep 2008 14:01 WIB
Muzakkir Pingsan Demi Kursi Mudik Gratis
Jakarta - Bersilaturahmi dengan sanak keluarga di kampung saat hari raya Idul Fitri bagi mayoritas orang di Indonesia sungguh berharga nilainya. Segala upaya pun kerap ditempuh demi mendapat tiket untuk bisa pulang kampung.

Hal itulah yang berada di kepala Muzakkir (50) saat berangkat dari rumahnya di Mayestik, Jakarta Selatan ke markas DPP PDIP di Lenteng Agung bersama 9 temannya. Harapannya untuk bisa mudik gratis begitu besar, sehingga uang untuk alokasi tiket kereta atau bus bisa untuk keluarga di rumah.

"Ya demi pulang kampung Mas. Naik bus Rp 80 ribu. Lumayan uangnya bisa ditabung, untuk keperluan rumah," katanya kepada detikcom, Sabtu (13/9/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Muzakkir jatuh pingsan sekitar pukul 09.00 WIB setelah mengantri sejak pukul 06.30 WIB. Dengan kondisi yang sedang berpuasa, dia tidak mampu mengakomodasi suasana antri yang saling berdesakan di bawah teriknya matahari.

Setelah ambruk, Muzakkir digotong panitia menuju ruangan kosong. Di sana Muzakkir akhirnya terpaksa membatalkan puasanya dengan meneguk segelas air putih.

"Saya berangkat dari subuh. Antri sejak pukul 06.30 WIB sampai pukul 09.00 wIB. Nggak geser-geser cuma di situ terus," katanya saat menceritakan kenapa dia bisa sampai pingsan.

Tapi kejadian itu membawa berkah tersendiri bagi Muzakkir. Seorang panitia acara mudik bareng dari PDIP mendatangi Muzakkir sambil membawa formulir pendaftaran sehingga dirinya tidak perlu lagi susah-susah mengantri.

Kejadian ini membuat panitia mengevaluasi prosedur pendaftarannya. Jumlah meja pengambilan formulir pun ditambah, dari hanya 2 meja menjadi 7 meja.

Pantauan detikcom, sebenarnya ada satu orang lagi yang pingsan selain Muzakkir. Namun orang tersebut tidak ditemukan setelah detikcom mencari kemana-mana.

Sekitar pukul 12.00 WIB, Muzakkir meninggalkan lokasi dengan wajah berseri-seri. Maklum saja, tanggal 28 September nanti, pria yang berprofesi sebagai sopir bajaj itu akan meninggalkan Jakarta menuju kampung halamannya secara gratis.
(gah/nik)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads