Setidaknya 12 orang tewas di wilayah Waziristan Utara akibat serangan misil AS yang terbaru di wilayah Pakistan. Untuk memprotes peristiwa itu, sekitar 100 pendemo membakar bendera AS di Islamabad.
Menurut sejumlah pejabat AS, Presiden AS George W Bush pada Juli lalu, diam-diam telah menyetujui operasi lintas perbatasan Afghanistan-Pakistan yang lebih agresif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah dan militer Pakistan telah mengeluarkan protes keras kepada Washington atas serangkaian gempuran tersebut. Namun media domestik mengkritik pemerintah Pakistan yang dianggap tidak bertindak lebih tegas menghadapi AS.
Bahkan media Pakistan menuding, protes pemerintah hanya lip service belaka. Media Pakistan menduga, perjanjian rahasia antara AS dan Pakistan telah dicapai guna mengizinkan gempuran lintas perbatasan itu.
Namun panglima militer Pakistan Jenderal Ashfaq Parvez Kayani membantah tudingan itu. Kayani berjanji akan melindungi kedaulatan negara dengan cara apapun.
"Kita saat ini perlu untuk menegaskan ke negara-negara asing bahwa Pakistan tidak akan mentolerir tindakan seperti itu," cetus Ahsan Iqbal, anggota parlemen dari partai Pakistan Muslim League-N pimpinan mantan Perdana Menteri Nawaz Sharif, seperti dilansir AFP, Sabtu (13/9/2008).
"Jika itu terus berlangsung, maka Pakistan akan mempertimbangkan penarikan sepenuhnya dari perang melawan teror ini," ancam Ahsan yang akan segera mengadakan sesi parlemen darurat untuk membahas bagaimana respons Pakistan.
(ita/ita)










































