Hal itu disampaikan Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) KBRI Oslo Mansyur Pangeran kepada detikcom, Jumat (12/9/2008).
"Kita mengharapkan pengiriman di masa mendatang tidak hanya ke Bali, tetapi juga ke daerah-daearah lainnya seperti Yogyakarta, Lombok, Toraja dan lain-lain," kata Mansyur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Mansyur, pengiriman mahasiswa Norwegia untuk belajar di Bali tersebut merupakan rangkaian kegiatan diplomasi pendidikan dan kebudayaan, yang dapat memperluas pengetahuan mahasiswa Norwegia khususnya tentang kebudayaan, adat-istiadat, perilaku, agama, ekonomi, sosiologi masyarakat Bali dan Indonesia pada umumnya.
"Program tersebut juga telah mendekatkan people to people contact antara kedua negara," tegas Mansyur.
Dikatakan bahwa melihat perkembangan menggembirakan tersebut Direktur Gateway College Bali Ivar Schou menyampaikan komitmen untuk juga mengirimkan 5 pelajar atau mahasiswa Indonesia ke Norwegia untuk program sejenis. Dia mengharapkan agar komitmen Ivar tersebut dapat direalisasikan dalam waktu dekat.
Sementara itu Direktur Go-Study Caterina Hole dalam komunikasi dengan KBRI Oslo menyatakan minat mahasiswa Norwegia untuk belajar di Bali tinggi bahkan terus meningkat dibandingkan dengan dua kota lainnya di Brasil dan Mexico.
Baru
KBRI Oslo sendiri, menurut Mansyur, dalam berbagai kesempatan telah banyak mempromosikan pariwisata termasuk wisata pendidikan di Bali, di samping untuk berkunjung juga untuk melakukan studi sebagaimana dilakukan oleh Gateway College dan lembaga lainnya.
Dalam penyelenggaraan program, Gateway College bekerjasama dengan 3 universitas di Norwegia yaitu Telemark University College, Sogn og Fjordane University College dan ร lesud University College untuk menyusun kurikulum program pendidikan, evaluasi dan bahan-bahan ujian akhir bagi mahasiswa Gateway College. ย
Program pendidikan Gateway College ini dimulai pada 8/9/2008 dan akan berakhir pada 8/1/2009. Bagi mahasiswa yang telah menyelesaikan program studi di Bali tersebut akan memperoleh angka 30 kredit.
Pemain baru adalah Kultur Akademiet-Oslo yang baru pertama kali mengirim mahasiswa Norwegia untuk belajar di Bali. Dalam pertemuan dengan Mansyur Pangeran, Direktur Kultur Akademiet-Oslo Are Lervik mengatakan bahwa Bali dipilih karena dinilai tempat yang paling baik dijadikan tempat studi program-program di atas. (es/es)











































