Panggilan bernada ejekan anak-anak Menteng Dalam saat itu dilontarkan karena Obama kecil sering memanjat pohon mangga di depan rumahnya. Saat memetik buah mangga, dia sering melemparkan kepada orang yang lewat, termasuk anak-anak sebayanya.
"Dia sering naik pohon mangga di sekitar rumah, dia sering memetik buahnya. Saya aja sering dipaksa manjat juga. Dia mungkin nakal saat itu melempari orang dengan buah. Sebenarnya, maksudnya untuk memberikan kepada orang-orang," kata Lia (47) alias Mbak Nun yang ditemui di kontrakannya di Jalan Selamatan No 9, RT 007 RW 02, Manggarai Selatan, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (12/9/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya bilang jangan marah, karena memang kulitnya hitam. Dia nakal, tapi baik, dia memang sering berbahasa Inggris dengan ibunya," tandasnya.
Mbak Nun sendiri hanya mengetahui Obama kecil di lingkungannya di Menteng Dalam hanya memiliki dua orang teman yang sering main, yang satu anak orang bule dan satunya lagi orang Papua.
Dari pengakuan Mbak Nun pula, Obama kerap sering memecahkan barang-barang di dalam rumah. Pasalnya, anak-anak seumuran Obama, sering berlarian di dalam rumah.
Bila sudah begitu, Ibu Any (ibu kandung Obama) langsung menghukumnya.
"Banyak barang yang rusak sama Barry, dia sering lari-larian juga. Nakal banget untuk ukuran anak-anak, makanya tukang cuci dan pembantu lainnya juga sering marah sama dia," jelasnya.
Karena saking jengkelnya, Mbak Nun mengaku pernah membujuk Obama kecil untuk makan cabe rawit besar berwarna merah. Tidak pelak lagi, Obama pun menangis dan mukanya merah karena kepedasan.
"Saya ditanya sama Pak Lolo, kenapa Barry nangis. Saya bilang, saya kasih cabe rawit, abis Barry nakalnya nggak ketulungan, tapi Bapak nggak marah saat itu," kenangnya. (zal/irw)











































