"Orang yang tinggal di rumah itu tertutup dan jarang menyapa tetangga," ujar
salah satu tetangga Le yang tidak mau disebutkan namanya kepada detikcom, Jumat (12/9/2008) malam.
"Banyak pemuda khususnya yang berwajah seperti keturunan Tionghoa sering keluar masuk rumah Yansen Le dengan mengendarai mobil," tambahnya.
Mobil yang biasa parkir di depan rumah Le antara lain Galant warna biru
Nopol B 278 QN dan Hyundai kuning Nopol L 1445 N. Para pemilik mobil itu membawa kunci rumah sehingga mereka leluasa keluar masuk rumah Le.
"Sebagai tetangga kami tidak mengetahui siapa sebenarnya pemilik rumah itu
karena banyak anak-anak muda keluar masuk rumah karena mereka semua masuk dengan
kunci yang mereka bawa," ujar tetangga Le yang lain.
Menurutnya, dua orang pembantu yang datang setiap dua hari sekali ke rumah Le, yang kini menjadi tersangka. Namun, mereka juga tampak tertutup dan tidak pernah berkomunikasi dengan orang sekitar.
Sementara itu Toyo, pedagang nasi goreng yang biasa melintasi Jl Jemur Sari mengatakan pernah melayani beberapa penghuni rumah di Blok JI/2 tersebut.
"Ada dua perempuan yang sering membeli dagangan saya, mereka sangat tertutup. Setelah memesan mereka biasanya langsung kembali masuk ke rumah dan menutup pintu tanpa banyak bicara," ujarnya.
Berdasarkan pantauan detikcom, warga tampak berkerumun di depan rumah menyaksikan penggerebekan yang dilakukan oleh polisi. Sementara itu Le dan dua tersangka laiannya masih berada di dalam rumah. (irw/irw)











































