Namun Gubernur Alaska itu terlihat canggung saat harus menjawab cecaran pertanyaan mengenai kebijakan luar negerinya di sebuah wawancara TV, Kamis (11/09/2008) di mana lagi-lagi Palin menyuarakan sikap garis kerasnya kepada Rusia.
Palin ternyata tidak menguasai doktrin "pre-emptive strike" (serangan pendahuluan) Bush yang menjadi tulang punggung kebijakan Republik di pemerintahan. Palin juga mengakui bahwa ia belum pernah sekali pun bertemu dengan pemimpin negara asing.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Palin juga berkata bahwa ia langsung tanpa pikir panjang mengiyakan ajakan McCain untuk menjadi kandidat wapres melawan duet Obama-Biden dari kubu Demokrat.
"Saya menjawab iya, karena saya memiliki keyakinan bahwa saya siap dan tanpa mengedipkan mata Anda harus siap untuk berkomitmen dengan misi ini. Untuk memperbarui negara dan memenangkan perang, Anda tak perlu (menunggu hingga) berkedip untuk menjawab. Jadi saya juga tak berkedip ketika menjawab ajakan McCain," kata ibu 5 anak ini.
Kubu Demokrat sudah mewanti-wanti bahwa Palin, yang belum lama menjabat sebagai gubernur, sangat tidak berpengalaman dan tidak pantas berada dalam lingkaran kepresidenan.
Berkaitan dengan perak Irak, di mana salah seorang putra Palin akan segera bertugas disana, Palin mengatakan bahwa baginya itu merupakan "tugas dari Tuhan".
"Saya percaya bahwa terdapat rencana untuk dunia ini, dan rencana itu bertujuan baik," ungkap Palin dalam wawancara tersebut.
Kehadiran Palin dalam Pilpres AS telah mengubah wajah kampanye McCain sedemikian rupa. Kini, berbagai polling dan survei memperlihatkan bahwa kubu Republik memimpin.
(alf/nrl)











































