Pantauan detikcom, Akbar tiba di lokasi yang terletak di Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (12/9/2008) pukul 17.30. Mengenakan kemeja batik coklat, ia langsung masuk ke istana yang sudah disulap menjadi musala lengkap dengan karpet untuk salat.
Di dalam ruangan, Akbar langsung mencari posisi duduk di saf terdepan. Saat menjumpai Kalla yang sudah duduk terlebih dulu, Akbar langsung menjulurkan tangannya untuk berjabat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meskipun sama-sama kader Golkar, Kalla dan Akbar kerap berbeda pendapat dan pandangan saat dihadapkan pada masalah tertentu. Seperti soal prosedur penentuan kandidat capres dari Golkar. Akbar cenderung memilih cara lama konvensi, sedangkan Kalla justru mengkritik konvensi sebagai cara yang menghambur-hamburkan uang.
Akbar juga kerap mengkritik kepemimpinan Kalla yang menakhodai Parta Golkar. Akbar kala itu menyoroti kekalahan Golkar di beberapa Pilkada yang dianggap strategis, seperti di Jawa Barat, Sumatera Utara, dan Jawa Tengah.
(gah/iy)











































