Para anggota parlemen dari koalisi enam partai tidak menghadiri sesi darurat parlemen untuk memilih PM baru. Voting ini dilakukan tiga hari setelah pengadilan mencopot Samak dari jabatannya karena menerima pembayaran dari acara masak di televisi yang dibawakannya.
Tertundanya voting ini memberikan semangat baru bagi para pengunjuk rasa yang gencar mendesak Samak mundur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tak bisa bilang apakah akan ada perubahan dalam nama kandidat. Itu tergantung pada konsultasi di antara partai-partai politik," kata Somchai kepada wartawan seperti dilansir AFP, Jumat (12/9/2008). Somchai saat ini bertindak sebagai PM sementara.
Namun menurut Somsak Kiatsuranont, Menteri Kebudayaan yang memimpin aksi boikot oleh faksi PPP, partai perlu mencari kandidat baru.
"Kami tidak menginginkan Samak, karena negara kita punya terlalu banyak masalah dan konflik. Samak adalah politikus veteran dan dia telah melakukan kontribusi signifikan untuk partai. Namun dia tidak cocok untuk situasi ini," kata Somsak kepada wartawan. (ita/iy)










































