"Laporan yang kami terima, hasilnya nihil. Artinya, tak ditemukan penjual atau pengguna petasan di sana (Solo)," kata Kabid Humas Polda Jateng, AKBP Syahroni di Mapolda, Jalan Pahlawan Semarang, Jumat (12/9/2008).
Dari operasi di tujuh wilayah, kepolisian menemukan 597.178 biji dan 13,3 kg bahan petasan. Jumlah itu masih ditambah dengan ditemukannya 38.225 biji dan satu kg bahan petasan di Salatiga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Daerah yang paling 'menyumbang' petasan adalah Wilayah Pekalongan dengan 351.443 biji dan 13,3 kg bahan petasan, disusul Pati (82.103 biji), Kedu (73.808 biji), Semarang (62.344 biji), Salatiga (38.225 biji dan satu kg bahan), dan Solo (nihil).
Syahroni membantah Poltabes Solo dan Polwil Solo tidak melakukan operasi. "Mereka operasi kok. Tapi ya memang hasilnya nihil," ungkapnya.
Tahun-tahun sebelumnya, para pedagang di Solo memajang jualannya di Jalan Slamet Riyadi, Purwosari, sekitar 1 Km dari Mapolwil Solo. Tahun ini, polisi tak menemukan satu biji pun petasan di sana. Benarkah? (try/djo)











































