Otoritas China pekan ini tengah menyelidiki apakah susu formula yang tercemar melamine itu merupakan penyebab kematian seorang bayi dan menimbulkan batu ginjal pada puluhan bayi lainnya.
Seorang bayi meninggal Provinsi Gansu akibat batu ginjal. Kasus yang terbilang langka pada bayi. Dan lebih dari 50 bayi lainnya menderita batu ginjal di provinsi itu dan beberapa provinsi lainnya pada tahun ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sanlu Group, produsen susu yang berbasis di Provinsi Hebei itu separuh sahamnya dimiliki oleh Fonterra Co-operative Group Ltd, perusahaan raksasa ekspor susu asal Selandia Baru. Sanlu Group melakukan penarikan susu formula yang dibuat sebelum 6 Agustus. Dikatakan sekitar 700 ton susu yang terkontaminasi melamine beredar di pasaran.
Demikian diberitakan kantor berita resmi China, Xinhua dan dilansir kantor berita Reuters, Jumat (12/9/2008).
Melamine adalah bahan yang digunakan dalam produk plastik, pupuk dan produk pembersih. Bahan inilah yang diduga kuat telah mengkontaminasi susu fomula merek Sanlu. Demikian disampaikan Kementerian Kesehatan China.
Akibat insiden ini, badan pengawas kualitas China, Administration of Quality, Supervision, Inspection and Quarantine (AQSIQ) melakukan penyelidikan atas semua produsen susu bayi. "Hasil investigasi akan diumumkan ke publik pada waktunya," demikian pernyataan AQSIQ.
Para dokter hewan mengaitkan melamine pada pembentukan batu ginjal dan kegagalan ginjal pada ribuan hewan peliharaan yang mati dan sakit di AS pada tahun 2007 lalu.
Tidak jelas apakah susu formula bermasalah ini sudah sempat diekspor ke luar negeri. (ita/iy)











































