Adalah pengolah daging JBS Swift & Co yang melakukan kebijakan itu. Juru bicara United Food Workers Commercial Workers Local 7 Manny Gonzales mengatakan para pekerja itu diberhentikan dengan tidak adil.
"Mereka tidak diberikan peringatan yang memadai bahwa mereka akan dikeluarkan. Kita akan mendata siapa saja yang ingin kembali bekerja," ujar Gonzales seperti dilansir Reuters, Jumat (12/9/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara juru bicara Swift, Tamara Smid mengatakan perusahaan menyesuaikan jadwal istirahat makan siangnya, untuk membantu pekerjanya yang muslim lebih fokus di bulan Ramadan. Pemecatan itu, imbuh dia, karena melanggar perjanjian kerja bersama, bukan karena keyakinan.
"JBS sangat senang mempekerjakan orang multikultural, dan dekat dengan semua pekerja dan serikatnya untuk mengakomodasi kegiatan religius yang beralasan, aman, dan adil buat semua," ujar Smid.
Pertentangan antara pekerja dan perusahaan ini dimulai saat 220 pekerja muslim, yang sebagian besar imigran dari Somalia dan Afrika Timur, meninggalkan pekerjaannya pekan ini. Para pekerja ini memilih keluar dari perusahaan setelah pengawas mereka menolak memberikan waktu istirahat untuk makan saat magrib. (nwk/iy)











































