"Waktu saya ke AS, saya ketemui Wakil Presiden AS. Kita membicarakan masalah terorisme," ujar JK memulai ceritanya saat sambutan di acara 'Birokrasi Award' yang diadakan Jawa Pos di Hotel Borobudur, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Kamis (11/9/2008).
3 Hari sepulang JK dari AS, hasil pembicaraan dengan Wapres AS itu sudah ada di atas mejanya dalam bentuk surat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
JK pun membandingkan surat dari Indonesia yang penuh paraf dengan surat dari Wapres AS itu.
"Sementara surat dari Wapres Amerika ini nomornya saja tidak ada. Tapi negaranya tetap tertib dan maju. Kalau kita, terlalu banyak harus ke sini harus ke situ. Itulah bagaimana kita memperlambat diri sendiri," kritik JK tentang birokrasi di Indonesia.
Pria berkumis ini mempertanyakan mengapa ada birokrasi yang tidak lancar. Hal itu menunjukkan birokrasi pemerintah tidak baik.
"Kenapa ada yang melayani dan ada yang memperlambat. Kita punya musuh, diri kita sendiri. Kenapa telat, kenapa ini, kenapa itu, karena ada masalah. Itu semua bisa terjadi karena tidak berjalannya birokrasi pemerintan yang tidak baik,"Β tukas JK.
Sementara penerima 8 kategori 'Birokrasi Award' adalah 7 direktur jenderal dan 1 sekretaris jenderal dari berbagai departemen pemerintah.
Mereka antara lain Dirjen P2PL Departemen Kesehatan I Nyoman Kandun untuk kategori followership, Dirjen Kerjasam Perdangangan Internasional Departemen Perdagangan Herry Sutanto untuk kategori integrity, Dirjen Pos dan Komunikasi Depkominfo Basuki Yusuf Iskandar untuk kategori visionary, Dirjen Perbendahaaran Negara Departemen Keuangan (Depkeu) Herry Purnomo untuk kategori leadership, dan Dirjen Bea Cukai Depkeu Anwar Suprijadi untuk kompetensi teknis. (nwk/nwk)











































