Hal itu dikemukakan secara bersama antara Menteri Pertanian Anton Apriyantono dan Menteri Industri Perkebunan dan Komoditi Malaysia Datuk Peter Chin Fah Kui dalam acara buka puasa di Ruang Garuda KBRI Brussel, Rabu malam atau Kamis (11/9/2008) WIB.
Anton melihat kepentingan bersama untuk memperjuangkan industri sawit nasional, terutama para petani non perusahaan besar yang jumlahnya mencapai 36%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dijadwalkan kedua menteri dan delegasi pengusaha sawit kedua negara akan melakukan Pembicaraan Meja Bundar dengan para anggota parlemen Uni Eropa hari ini untuk mencapai persepsi dan kesepahaman lebih baik mengenai minyak sawit.
Posisi dasar Indonesia dan Malaysia jelas, yakni meminta UE memperlakukan minyak sawit secara adil dengan minyak nabati lainnya. Selain itu kedua negara juga mengupayakan perubahan atas persepsi mengenai kelapa sawit yang tidak didasari data-data ilmiah, yang dapat dipertanggungjawabkan.
(es/es)











































