Jalur tengah itu melewati tol Jakarta-Cileunyi (Bandung) atau yang biasa dikenal sebagai tol Cipularang. Setelah itu, menuju Jatinangor - Sumedang - Majalengka - Cirebon.
Kondisi jalan di kedua arus utama jalur tengah ini terbilang baik. Sulit ditemui jalan berlobang dan trek berkombinasi atara jalan lurus dan jalan berbelok sehingga tidak terlalu membosankan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jalur Cileunyi hingga Cirebon, terdapat sejumlah titik keramaian yang cukup menyita laju kendaraan. Antara lain di Jatinangor pertigaan Kampus Unpad, perempatan Pasar Kadipaten dan Pasar Ciborelang, Majalengka.
Selebihnya, adalah konsentrasi pada saat hendak mencapai Palimanan. Di ruas jalan tersebut tersita oleh aktivitas kendaraan keluar-masuk ke pabrik semen. Aktivitas itu pula yang menyebabkan debu gunung kapur beterbangan, sehingga cukup berbahaya bagi pengendara roda dua.
Di jalur Sumedang hingga Palimanan, trek jalan kurang bersahabat. Banyak tanjakan dan turunan. Sejumlah jurang juga menganga di jalur tersebut. Anda harus sangat waspada di Cadas Pangeran yang berkelok-kelok dan di sisinya jurang. Begitu juga dengan di kawasan Cibeureum, Sumedang.
Waspadai juga hutan jati di daerah Tomo Sumedang. Saat ini, hutan jati itu tampak gersang. Bila siang hari, hawanya sangat panas.
Bila ingin mengambil jalur ini di malam hari, pandangan mata harus benar-benar tajam. Sebab, jalur tengah tidak dilengkapi lampu penerangan baik di tol Cipularang maupun keluar tol hingga Palimanan atau Nagrek. Banyaknya jalanan berliku, tanjakan dan turunan serta ancaman jurang, harus Anda waspadai dengan lampu kendaraan yang bagus.
(Ari/asy)











































