Menurut penelusuran detikcom, potensi macet itu pada jalan tol Jakarta-Cikampek. Potensi macet terjadi di KM 26, yang menyempit dari 4 lajur menjadi 3 lajur. Potensi macet lainnya akan terjadi di KM 34 yang menyempit dari 3 lajur menjadi 2 lajur.
Potensi kemacetan lainnya akan terjadi di pintu keluar tol Cikampek. Di lokasi ini, diperkirakan akan terjadi kemacetan panjang, karena adanya pertigaan setelah pintu keluar Tol Cikampek.
Untuk mengantisipasi kemacetan-kemacetan saat mudik nanti, PT Jasa Marga masih terus menggodoknya. "Antisipasinya masih menunggu rapat pimpinan. Nanti sekitar H-15," kata Haryono, salah satu petugas tol Cikampek kepada detikcom, Selasa (9/9/2008).
Selanjutnya, jalur favorit itu akan kembali macet parah setelah keluar tol Cikampek. Sekitar 500 meter dari gerbang tol tersebut, penyempitan makin kecil terjadi di simpang Jomin.
Pada simpang Jomin, kepadatan volume kendaraan para pemudik akan berjubel. Sebab, di tempat ini, ada penyempitan lajur menjadi satu lajur. Selain itu, juga ada tikungan tajam.
Selain itu, di area tersebut masih menjadi pangkalan truk dan dihiasi sejumlah pedagang kaki lima yang makin memperlambat perjalanan. "Hati-hati saja. Soalnya rawan kecelakaan," ucap Zaenudin (30), warga Simpang Jomin yang berprofesi sebagai penambal ban.
Perbaikan di Tol Cikampek
Hingga saat ini, masih ada proses perbaikan dan pelebaran jalan tol Jakarta-Cikampek di KM 34-38. Tapi tak perlu dikhawatirkan, karena pengerjaan tersebut sudah mendekati tahap akhir dan diprediksi dapat digunakan pada musim lebaran nanti.
Selebihnya, kondisi jalan Tol Jakarta-Cikampek dapat dikatakan baik. Di sepanjang tol Jakarta-Cikampek, tol mulus menghampar.
(Ari/asy)











































