Peristiwa nahas tersebut dialami oleh Anggita (13) dan Dini (13), siswi kelas 1 SMP 67 Manggarai Jakarta Selatan pagi ini, Kamis (11/9/2008) pukul 06.30 wib saat hendak berangkat ke sekolahnya. Keduanya memang biasa jalan kaki dari rumah ke sekolah karena jaraknya dekat.
Pada saat berjalan kaki, Dini menggunakan ponsel Nokianya untuk berkirim sms. Ternyata, penampilan keduanya yang masih kecil dan polos membuat 5 orang laki-laki yang sedang nongkrong di terminal langsung memepetnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Lo nuduh-nuduh. Gue gak kok," balas Dini yang tinggal di Jalan Lontar, Menteng Atas Rt 13/07, Setiabudi, Jakarta Selatan. "Pokoknya lo harus tanggung jawab. Sini hp lo. Kalau gak, gue bunuh lo," ancam salah satu pelaku lainnya yang bertampang kusut.
Merasa tidak melakukan yang dituduhkan kelima pemuda ABG tersebut, Dini dan Anggita pun mengelak. Keduanya berusaha melarikan diri. Sayang, tangannya tertangkap salah satu tangan pelaku. Terjadi tarik menarik sehingga kedua korban terjerembab jatuh persis di depan Pasaraya Manggarai. "HP saya pun ikut jatuh dan diambil," ujar Dini.
Usai terjatuh, jatuh, keduanya lari ke arah Pasaraya yang langsung diamankan satpam. Satpam pun langsung meringkus dua orang dari lima orang pelaku. "Mereka biasa nongkrong di terminal. Namanya Iway dan Pongki,"ujar Badrun (23), salah seorang pedagang asongan di Terminal Manggarai.
Setelah ditangkap satpam, keduanya diserahkan ke polisi. HP milik Dini diamankan sebagai barang bukti. "Mereka berdua biasa jalan kaki berangkat ke sekolahnya,"ujar ibu Dini, Latifah (46) saat mendampingi anaknya memberikan kesaksian.
(asp/rdf)











































