"Menyikapi perkembangan terkini PKB, kami perlu menyatakan sikap bahwa kami
tetap patuh, taat, loyal dan solid di bawah kepemimpinan Ketua Umum Dewan
Syuro DPP PKB KH Abdurrahman Wahid," kata Ketua DKN Garda Bangsa Bambang
Susanto melalui pesan singkat kepada detikcom, Kamis (11/9/2008).
Bambang juga mengatakan, pihaknya siap mengamankan, menjaga martabat, dan
kewibawaan Ketua Umum Dewan Syuro DPP PKB Gus Dur sebagai pemimpin tertinggi partai. Selain itu, menolak dan mengecam keras adanya upaya sistematis yang dilakukan Dewan Tanfidz, yaitu Muhaimin Iskandar dan Lukman Edy dengan cara 'mengusir paksa' Gus Dur dari PKB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
membesarkan PKB. Muhaimin - Lukman Edy dengan sengaja tidak melibatkan Gus
Dur selaku pemimpin tertinggi partai dalam pengambil keputusan strategis
internal partai," jelasnya.
Menurut Bambang, Garda Bangsa meminta untuk segera dilakukan normalisasi
hubungan organisatoris antara Dewan Syuro dan Dewan Tanfidz sesuai tugas dan kewenangannya yang telah diatur dalam AD/ART PKB. Para kader dan jajaran Garda Bangsa se-Indonesia juga diminta tetap tenang dan bekerja seperti biasa, serta tidak terpancing upaya untuk memecah belah.
(zal/irw)











































