Skandal di Depdagri AS: Seks, Golf dan Minyak

Skandal di Depdagri AS: Seks, Golf dan Minyak

- detikNews
Kamis, 11 Sep 2008 11:09 WIB
Skandal di Depdagri AS: Seks, Golf dan Minyak
Washington DC - Pemberian gratifikasi (hadiah pada penyelenggara negara) tak hanya menyandung pejabat Indonesia. Depdagri AS menjadi buah bibir karena gratifikasi berupa makan malam, tiket aneka pertunjukan hingga main golf.

Temuan lainnya, beberapa pegawai Depdagri AS yang memegang kendali atas miliaran dolar AS terkait kontrak minyak, terlibat skandal seks dengan pegawai perusahaan-perusahan energi. Demikian dilansir AFP, Kamisย  (11/9/2008).

Dalam laporan yang disusun Inspektur Jenderal Depdagri AS Earl Devaney tersebut disebutkan bahwa mereka mempraktekkan apa yang disebut Devaney sebagai "budaya etika yang bobrok" yang mencakup penerimaan hadiah seperti pesiar bermain ski dan golf.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Yang mencengangkan,ย  disebutkan pula bahwa para pegawai tersebut terlibat dalam "penyalahgunaan drug dan perzinahan".

Kegiatan terselubung tersebut diduga melibatkan setidaknya 13 pegawai dan mantan pegawai pada Pelayanan Manajemen Mineral (MMS) dari Depdagri AS. Mereka dituduh membuat kontrak minyak, menerima hadiah, dan terlibat dalam "hubungan seksual" dengan pegawai dan perwakilan industri, ungkap Devaney.

Salah satu dari tertuduh telah mengaku bersalah dalam sebuah tuntutan kriminal, jelas laporan tersebut.

Menyusul penyelidikan yang memakan waktu dua tahun dan biaya sebesar lima juta dolar serta melibatkan kesaksian 233 saksi dan 470.000 halaman keterangan, Devaney menyatakan bahwa penyelidikan tersebut, "Mengungkap praktek terselubung yang menyimpang dari semua peraturan pemerintah federal," jelas Devaney.

Antara tahun 2002 dan 2006, hampir sepertiga dari seluruh staf MMS - di Washington dan Denver - menerima hadiah dan gratifikasi dari perusahaan-perusahaan energi. Padahal, di AS pegawai federal (semacam pegawai negeri) dilarang menerima hadiah di atas 20 dolar. (nrl/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads