"Sebetulnya award itu lebih afdhol kalau diberikan kepada mereka yang memberikan award ini. Mereka lebih mempunyai hati nurani ketimbang partai saya," ujar Agus Condro usai mendapatkan penghargaan tersebut di Gedung Joeang, Jl Menteng Raya, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (10/9/2008).
Dalam kesempatan ini, Agus Condro masih menunjukkan ketidak puasannya atas keputusan PDIP yang me-recallnya dari DPR.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agus berharap, penuntasan kasus yang dia hadapi ini diharapkan mampu menjadi pintu masuk untuk memperbaiki citra DPR yang selama ini semakin hancur.
"Kan lumayan, ini kalau tuntas kasus ini bisa kita jadikan pintu masuk untuk melakukan perbaikan baik di DPR, sekaligus perbakan di partai," ujarnya.
"(Penghargaan) Ini saya anggap sebagai dukungan moral yang luar biasa karena saya tidak menyangka ini," pungkasnya. Sementara itu ketua ikatan keluarga besar alumni FHUI 1973, Ruddy D Johannes menjelaskan tidak ada unsur politis dalam pemberian penghargaan ini. Pihak panitia merasa Agus Condro layak mendapat penghargaan ini karena mampu berkata jujur telah menerima uang suap, walaupun resikonya besar.
"Kami hanya bermaksud menjadikan Bapak Agus Condro sebagai pahlawan. Kami menaruh simpati dan sangat salut padanya," ujarnya. (anw/rdf)











































