Polisi Sita 5 Ribu Kubik Illegal Logging di Halmahera Selatan

Polisi Sita 5 Ribu Kubik Illegal Logging di Halmahera Selatan

- detikNews
Rabu, 10 Sep 2008 17:08 WIB
Ternate - Polres Halmahera Selatan (Halsel) menyita 5 ribu meter kubik illegal logging milik PT International Wood Indah (IWI), salah satu perusahan asal korea yang beroperasi di Kabupaten Halmahera Selatan Provinsi Maluku Utara. Perusahan tersebut diduga melakukan penebangan kayu di kawasan hutan lindung Desa Lelengusu, Pulau Mandioli, Kecamatan Bacan Timur, Kabupaten Halmahera Selatan.

Polisi juga menyita barang bukti lainnya berupa mesin sensor dan menahan dua orang pegawai perusahan. Mereka masing-masing menager camp dan operator doser.

"Kita akan mengusut tuntas kasus ini. Kami imbau masyarakat untuk membantu polisi dengan menyerahkan barang bukti terkait kasus ini," kata Kapolres Halmahera Selatan Darma Lelepadang, Rabu (10/9/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lelepadang menambahkan, polisi juga memeriksa sejumlah saksi tambahan untuk mengusut tuntas kasus ini. Saksi-saksi itu berasal dari lingkup Dinas Kehutanan Halsel. "Kita jadwalkan pejabat di Dinas Kehutanan Halsel akan mulai diperiksa pada Jumat mendatang," ungkap Lelepadang.

Masuk Areal Hutan Lindung


Kasus illegal logging ini terungkap berkat laporan dari masyarakat. Warga curiga dengan aktivitas PT IWI.

"Perusahaan IWI hanya mengantongi izin Areal Pembebasan Lahan (APL) seluas 300 hektar di kawasan tersebut. Namun mereka memperluas penebangan kayu sepanjang 3 Km ke lokasi Desa Pelita, yang masuk pada areal hutan lindung," kata pemerhati lingkungan Basri Sangaji.

Menurut Basri, areal APL sendiri mestinya digunakan oleh warga setempat untuk melakukan pembebasan lahan, bukan digunakan oleh perusahaan untuk melakukan penebangan kayu dengan memasukkan sejumlah alat berat yang telah disiapkan.

Ia mengatakan perusahaan IWI mulai menebang kayu di kawasan hutan lindung selama setahun. Dari penebangan kayu tersebut sudah tercatat tiga kali melakukan pemuatan kayu, yakni pemuatan pertama sebanyak 3.500 kubik, pemuatan kedua 3.250 kubik dan pemuatan ketiga 350 kubik kayu. (djo/djo)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads