Pengadilan Konstitusional pada Selasa, 9 September kemarin mencopot Samak dari jabatannya. Menurut pengadilan, Samak secara ilegal telah menerima pembayaran karena memandu dua program memasak saat dirinya telah menjadi PM.
Namun hakim tidak melarang Samak dari dunia politik. Usai putusan itu, partai Samak, People Power Party (PPP) langsung menyatakan akan memilih kembali Samak sebagai PM.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk PM, kami akan berkonsultasi lagi di antara anggota PPP dalam beberapa hari ini," kata wakil ketua PPP Somchai Wongsawat kepada wartawan usai pertemuan dengan partai Chart Thai, anggota koalisi terbesar kedua.
"Saya yakin pemerintahan enam partai kita akan tetap bersatu, dan saya yakin tidak akan ada perlawanan," ujarnya seperti dilansir AFP, Rabu (10/9/2008).
Somchai, deputi paling senior dalam kabinet pimpinan Samak, saat ini bertindak sebagai PM sementara sampai PM baru dipilih. Somchai adalah saudara ipar mantan PM Thaksin Shinawatra.
Nasib kepemimpinan Samak cukup tragis. Bagaimana tidak, di negara yang terbiasa dengan kudeta militer itu, Samak menjadi PM Thai pertama yang kehilangan jabatannya atas perintah pengadilan. Apalagi itu terjadi di saat dirinya gencar didemo warga untuk mengundurkan diri.
(ita/iy)











































