Perdana Menteri Polandia Donald Tusk menyebut situasi itu "tragedi". Demikian seperti diberitakan kantor berita AFP, Rabu (10/9/2008).
Kasus ini terkuak setelah korban yang berusia 21 tahun datang ke kantor polisi untuk melaporkan ayahnya, seorang pria berusia 45 tahun yang diidentifikasi Krzysztof B. Parahnya, ibu korban mengetahui perbuatan suaminya namun tak bisa berbuat apa-apa!
Wanita bernama Teresa itu mengungkapkan, suaminya biasanya menyuruh dia menonton televisi ketika dia masuk ke kamar putri mereka. Pintu kamar kemudian ditutup dan gagang pintu dicopot.
"Putri saya ketakutan dan tidak ingin membicarakannya," kata Teresa dalam wawancara dengan stasiun TV lokal, TVN24.
Teresa akhirnya mengetahui perbuatan bejad suaminya ketika dia menemukan catatan harian putrinya. Menurut pengakuan Teresa, suaminya selalu memukuli dirinya dan putrinya tiap kali mereka meminta dia menghentikan perbuatan tersebut.
"Dia mengintimidasi kami, dia mengancam bahwa putri saya akan mati, bahwa dia akan menghancurkan kami semua jika orang lain tahu soal itu," kata Teresa.
Pelaku ditangkap polisi pekan lalu setelah Teresa dan korban datang mengadukannya. Kepolisian saat ini berusaha menemukan dua anak yang menurut korban merupakan hasil pemerkosaan ayahnya. Pelaku telah memaksa korban untuk menyerahkan kedua anak itu guna diadopsi orang lain.
Seorang tetangga pelaku, Jan Chwaszczewski mengaku terkejut dengan berita ini. Dia sama sekali tidak menyangka kalau selama ini ada yang tak beres di rumah tetangganya itu. "Tak ada petunjuk, tak ada tanda-tanda. Istrinya selalu tersenyum," kata Chwaszczewski.
Kasus menggemparkan ini mirip dengan kasus Josef Fritzl di Austria yang menyekap putrinya, Elizabeth selama 24 tahun. Selama kurun waktu itu, Josef berulang kali memperkosa korban hingga membuahkan 7 anak. Namun satu di antaranya meninggal tak lama setelah dilahirkan.
(ita/iy)











































