Dukungan moral itu disampaikan oleh Wakil Ketua Umum IKA UNS, Prof Dr Furqon Hidayatullah, dalam jumpa pers di Kampus UNS, Selasa (9/9/2008) petang. Furqon mengatakan dengan keluarnya dukungan moral tersebut menunjukkan bahwa IKA UNS berkomitmen mendukung sepenuhnya pemberantasan korupsi.
IKA UNS, kata Furqon, menyampaikan rasa prihatin dan sekaligus juga rasa hormat kepada Agus Condro karena telah menerima suap, namun juga secara jujur mengakui dan membeberkannya kepada KPK. Karenanya semua pihak diminta mengesampingkan prasangka politis terhadap Agus Condro.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Furqon menambahkan, Agus Condro memang lulusan UNS. Agus tercatat sebagai mahasiswa FISIP UNS angkatan 1980 dan lulus tahun 1986. Meskipun mendapat perhatian serius dari IKA UNS, menurut Furqon, Agus bukan diistimewakan.
"Perhatian yang diberikan IKA UNS hanyalah sebagai dukungan moral kepada Agus Condro agar lebih berani transparan dan mengungkap fakta-fakta yang diketahui agar semua pihak memperoleh pembelajaran positif demi tegaknya supremasi hukum di Indonesia," ujar Dekan FKIP UNS tersebut.
Hadir pula dalam jumpa pers itu beberapa teman seangkatan maupun teman satu kos dengan Agus Condro saat kuliah di UNS. Mereka juga menyatakan mendukung langkah-langkah Agus.
"Beberapa bulan sebelum membeberkan kasus ini, Agus memang sempat mengatakan kepada saya bahwa selalu gelisah karena suap yang diterimanya itu," ujar Agung Sukmadi, salah seorang teman kuliah Agus.
(mbr/asy)











































