Berikut kronologinya:
Saat itu, Susanto membonceng sepeda motor yang dikemudian Alfian (30). Dia tidak sadar bahwa ada empat orang yang mengendarai dua sepeda motor yang membuntutinya.
Begitu di depan kantor PT Indotrax General Cargo di Jalan Seha RT 09/10 Simprug, Grogol Selatan, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, sekitar pukul 13.30 WIB, Selasa (9/9/2008), kawanan perampok itu memepet motor yang ditumpangi Susanto. Tak lama kemudian, salah satu kawanan perampok itu melepaskan tembakan ke arah Susanto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dor! Dor! Susanto langsung tersungkur bersimbah darah. Sementara salah seorang perampok langsung mengambil tas yang dibawa Susanto. Pengakuan Alfian, tas yang dibawa kabur perampok itu adalah emas batangan 4 Kg.
Dua tembakan yang dilepaskan perampok mengenai perut dan dada Susanto. Korban sempat dilarikan ke RS Medika Permata Hijau, namun nyawanya tidak tertolong. Warga sekitar tidak berani mengejar perampok, karena pelaku membawa senjata api.
Kasat Reskrim Polres Jaksel Kompo Iwan Kurniawan saat ditemui di lokasi kejadian mengatakan emas batangan 4 kg itu akan dikirimkan Susanto ke toko emas di Kebayoran Lama. "Susanto disuruh oleh majikannya, pemilik toko emas di Palmerah, Jakarta Barat," kata dia. (asy/nrl)
