Berdasarkan Nomor Urut, Elit 'Akar Jenggot' di Golkar Bisa Tersingkir

Berdasarkan Nomor Urut, Elit 'Akar Jenggot' di Golkar Bisa Tersingkir

- detikNews
Selasa, 09 Sep 2008 15:47 WIB
Jakarta - Sistem suara terbanyak yang dipakai Partai Golkar dalam menentukan caleg yang memperoleh kursi di DPR nanti bisa merugikan para elit di partai beringin. Kader-kader lama seperti Agung Laksono, Firman Subagyo, Ferry Mursidan Baldan, Priyo Budi Santoso, bisa saja tersingkir.
 
"Bisa saja terjadi. Itu konsekuensi dari sistem suara terbanyak, " tutur M Qodari, pengamat politik dari Indo Barometer ketika berbincang dengan detikcom, Selasa (9/09/2008).
 
Menurut Qodari, tersingkir atau tidaknya para elit ini, juga ditentukan oleh karakteristik mereka. "Tergantung tokoh macam apa mereka, apakah tokoh "akar jenggot" atau tokoh "akar rumput," sebut Qodari.
 
Tokoh akar jenggot menurut Qodari adalah tokoh yang bergantung pada mesin politik partai saja. Kurang bekerja dan jarang turun di lapangan. Sementara tokoh akar rumput adalah tokoh yang sering ke lapangan. Dia mengakar dan punya popularitas hingga ke bawah.
 
Nah sekarang, para elit di Golkar masuk di kategori mana? "Saya kira di Partai Golkar masih didominasi tokoh akar jenggot. Mereka lebih senang berlindung di bawah rindang beringin," kata Qodari.
 
Lantaran hal ini, Partai Golkar mengubah sistem perolehan kursi berdasarkan suara terbanyak supaya mesin partai benar-benar begerak serentak. "Pucuk pimpinan di Golkar sadar itu. Makanya sistem perolehan kursi didasarkan suara terbanyak," kata Qodari.
 
 

(gun/nrl)


Berita Terkait